Kampanyekan Cegah Hepatitis Akut, Ny. Dessy Adipati : Kita Wajib Bergerak Cepat Melihat Gejalanya

12 Mei 2022 | Administrator | 119 Dilihat

Setelah Badan Kesehatan Dunia ((WHO) resmi mempublikasikan tentang Kejadian Luar Biasa Hepatitis akut yang masih belum diketahui jenis dan asal usulnya pada Tanggal 15 April 2022 lalu, dan Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan Surat Edaran tertanggal 27 April 2022 yang isinya tentang Kewaspadaan terhadap penemuan kasus Hepatitis akut yang belum dietahui etiologinya tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, Ny. Hj. Dessy Afriyanti Adipati didampingi Ketua II TP PKK Kabupaten, Ny. Vorian Melita Saipul melakukan Kampanye Pencegahan Hepatitis Akut Berat di Kampung Gunung Katun Kecamatan Baradatu, Kamis (12/05/2022).

Pada kesempatan tersebut, Ny. Dessy Adipati mengingatkan kepada masyarakat Kabupaten Way Kanan khususnya masyarakat Kampung Gutung  Katun untuk terus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Protokol Kesehatan, saling menjaga dan mengawasi satu sama lain baik tua maupun muda, serta apabila ditemukan gejala-gejala seperti nyeri perut bagian bawah, diare dan muntah-muntah agar segera melapor ke Puskesmas atau Rumah Sakit. 

“Dengan bersama-sama dan saling bersinergi, maka kita akan lebih mudah melewati persoalan-persoalan yang ada. Dan untuk memutus mata rantai penyakit menular saat ini, Kabupaten Way Kanan terus mendorong masyarakat untuk mengikuti vaksinasi lengkap dan booster (vaksin dosis ke-3), terkhusus untuk pada Ibu-Ibu agar tetap selalu konsisten melakukan pemeriksaan Kesehatan, dengan cara mendatangi Posyandu secara rutin dan berkala”, ujar Ketua TP PKK, Ny. Dessy Adipati pada Kegiatan yang turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan, Sri Kandi, S.KM.,M.M, Pimpinan Kecamatan dan TP PKK Kecamatan Baradatu.

Kita semua harus punya awareness atau kesadaran akan bahaya penyakit Hepatitis Akut ini, lanjut Ny. Dessy Adipati Penerima Penghargaan Manggala Karya Kencana dari Kepala BKKBN pada Harganas XXVI Tahun 2019 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Kita wajib bergerak cepat melihat gejalanya, karena semakin cepat ditangani, peluang untu menghindari hal yang tidak diinginkan semakin besar, dan juga dihimbau kepada seluruh masyarakat untu lebih berhati-hati namun tetap tenang dan tidak panik”, tuturnya pada kegiatan yang juga dilakukan pemeriksaan balita atau Posyandu.

 

Penulis :  Fitria Wulandari

Photo : Agus / Dok. Pim